kasus

Benar, bahwa kita harus sensitif terhadap pemikiran dan filosofi seseorang. Tapi, ada seperangkat peraturan yang juga harus dipatuhi-dan kami mematuhi aturan nomor empat, ” ujar Brian Barwick, anggota IFAB.

Aturan nomor 4 berisi tentang peraturan apa saja yang boleh dan tidak boleh digunakan oleh pemain, tapi secara khusus tidak menyebut tentang penutup kepala. Peraturan itu hanya menyebut “seorang pemain tidak boleh menggunakan alat atau mengenakan sesuatu yang bisa membahayakan diri sendiri dan pemain lainnya. ”

Namun FIFA dalam pernyataannya mengatakan bahwa masalah jilbab sudah termasuk dalam aturan nomor empat. Meski demikian, pandangan FIFA tentang kasus jilbab ini agak berbeda.

Salah seorang pejabat FIFA, Nicholas Maing pada surat kabar The Gazette edisi Minggu (4/3) mengatakan, tidak ada larangan jilbab dalam aturan permainan. Dalam kasus ini ia mencontohkan, seorang penjaga gawang dibolehkan mengenakan pelindung kepala. Sejauh ini, FIFA memang belum memberikan pernyataan tegas dalam kasus jilbab pemain sepakbola di Kanada ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: